Browse By

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Pameran Konstruksi Asia Tenggara 2013

Pameran Konstruksi, Concrete Show South East Asia 2013 (Foto:swa)

Pameran Konstruksi, Concrete Show South East Asia 2013 (Foto:swa)

Untuk pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan pameran konstruksi di kawasan Asia Tenggara. Gelaran tersebut adalah “Concrete Show South East Asia 2013”.

Gelaran ini merupakan media yang sangat tepat bagi para pelaku industri konstruksi di Indonesia maupun di seluruh Asia Tenggara. Ajang ini juga menjadi platform yang sangat baik untuk memperluas jaringan dan juga untuk pengembangan bisnis. Ajang Concrete Show South East Asia akan digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran-Jakarta dan akan berlangsung selama 3 hari, yaitu mulai dari tanggal 24-26 Oktober 2013.

4600desainrumah

Indonesia dipilih sebagai tuan rumah karena merupakan negara yang paling berkembang di kawasan Asia Tenggara. Indonesia memiliki angka pertumbuhan ekonomi per tahunnya sebesar 6 %. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, Indonesia diestimasikan masuk dalam daftar negara terkaya urutan ke-12 di dunia. Dalam visi tahun 2025, pendapatn per kapita Indonesia mencapai USD 13 ribu sampai USD 16 ribu dan angka produk domestik bruto (PDB) sebesar USD 3,8 triliun hingga USD 4,5 triliun.

Indonesia yang merupakan kawasan rentan gempa, maka harus sigap dalam implementasi untuk tindakan pencegahan di berbagai area penting terutama di pusat kota yang banyak berdiri gedung bertingkat. Bukan hanya gempa, Indonesia juga saat ini masih harus berhadapan dengan permasalahan banjir di sejumlah pusat kota. Melihat hal tersebut, menandakan bahwa Indonesia sangat membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur.

Untuk menghadapi permasalah tersebut, tentu dibutuhkan gabungan kekuatan dari tindakan nyata oleh pemerintah dan pihak swasta dalam rangka menciptakan infrastruktur yang kokoh dan juga aman untuk masyarakat.

Christopher Eve selaku Senior Vice President UBM Asia, mengatakan bahwa gelaran ini bertujuan untuk mendukung perkembangan industri konstruksi di kawasan Indonesia dan juga seluruh Asia Tenggara.

Jumat, 18 Oktober 2013, dalam keterangan tertulisnya, Christopher mengatakan bahwa gelaran Concrete Show South East Asia 2013 ini akan memfasilitasi para pembeli dan pihak supplier untuk berinteraksi langsung dengan berbagai macam produk dan jasa konstruksi dan beton, kemudian juga dapat meningkatkan pengetahuan industri, serta akan terlibat dalam sebuah diskusi khusus. Gelaran ini secara keseluruhan dapat memberi peluang yang sangat besar untuk membangun suatu jaringan bisnis yang solid.

Dirinya juga menjelaskan bahwa berdasarkan pada laporan World Economic Forum tahun 2012-2013, bahwa Indonesia masih membutuhkan pengembangan yang signifikan untuk kualitas infrastruktur sepert rel kereta api, kondisi jalan, bandara, pelabuhan, dan listrik.

Tentunya hal tersebut merupakan sebuah tantangan yang harus segera dibenahi terkait derasnya investasi yang masuk ke negara Indonesia. Ajang pameran ini amat penting sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan serta kualitas bangunan karena semua pemain utama global di bidang industri berinteraksi dan berkumpul dalam ajang ini.

Sebagai informasi, bahwa ajang pameran konstruksi Concrete Show South East Asia 2013 diikuti sekitar 100 perusahaan yang berasal dari 15 negara termasuk diantaranya adalah Indonesia, Inggris, Jerman, Italia, Kanada, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, China, Jepang, dan lainnya. Indonesia membawa beberapa perusahaan terkemuka seperti Adhimix, Wika Beton, Toyota Kohki, BASF, Spancrete, dan Penetron.(chy.rj)

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares