Browse By

NJOP dan TDL Naik, Sektor Properti Kena Imbasnya

Bagikan!

Demo Kenaikan TDL (foto:hizbut-tahrir)

Demo Kenaikan TDL (foto:hizbut-tahrir)

Rakyat Indonesia tiada hentinya harus mendapatkan cobaan dari pemerintahnya sendiri. Di awal tahun, rakyat harus dipaksa menerima kenaikan harga gas LPG 12 kg. Sekarang, rakyat dipaksa lagi untuk menerima kabar kenaikan NJOP (Nilai Objek Wajib Pajak). Tidak tanggung-tanggung, kenaikan NJOP mencapai 200%. Tidak cukup dengan itu, diprediksi pada tahun ini juga akan terjadi kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik).

Kenaikan NJOP dan TDL tidak hanya berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat mempengaruhi sektor properti. Hal tersebut disampaikan oleh Vivin Harsanto selaku Head of Strategy Consulting Jones Lang Lasalle. Dirinya mengatakan bahwa yang paling terkena dampak kenaikan TDL dan NJOP yaitu sektor perkantoran dan ritel.

Vivin menjelaskan bahwa NJOP sangat berpengaruh pada sektor perkantoran, begitu pula dengan listrik. Mungkin kenaikannya tidak begitu besar, karena pengembang akan melakukannya secara bertahap agar konsumen tidak kaget.

Untuk sektor perkantoran, dampaknya yaitu pada service charge. Vivin belum dapat menjelaskan secara pasti mengenai angka kenaikannya karena banyaknya komponen service. Tetapi, yang paling dominan yaitu pada listrik. Selain itu, yang termasuk komponen service yaitu human resource dan service maintenance.
Sebagai informasi, bahwa biaya service charge untuk perkantoran saat ini berkisar USD 6-8 (Rp 97.448). Sedangkan untuk ritel yaitu sekitar USD 8. (chy)

Facebook Comments

Bagikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares